Download GRATIS e-Book, “Payment Gateway, Solusi Pembayaran Online untuk Kelancaran Bisnis”, yuk!

Klik di sini. close
16 Sep

Persamaan Akuntansi yang Benar adalah: Pengertian dan Rumus Menghitungnya

Yovita

by Yovita

view5384Views

Persamaan Akuntansi yang Benar adalah: Pengertian dan Rumus Menghitungnya - Salah satu hal penting dalam perhitungan keuangan di sebuah perusahaan adalah mengetahui persamaan akuntansi yang benar. Sayangnya, tak sedikit pula orang yang belum memahaminya dengan tepat dan mendetail.

Secara umum, persamaan akuntansi dapat diartikan sebagai teknik mencatat keuangan pada suatu bisnis yang menggunakan metode sistematis secara menyeluruh. Lantas, apa saja komponen yang dibutuhkan untuk membuat persamaan akuntansi yang baik dan benar? Bagaimana rumus dan cara perhitungannya? Berikut ulasannya yang perlu Anda perhatikan.

Komponen dalam Persamaan Akuntansi

Persamaan-Akuntansi-yang-Benar-adalah

Persamaan akuntansi yang benar adalah yang memuat komponen yang lengkap. Setidaknya ada tiga komponen yang harus ada dalam perhitungan persamaan akuntansi. Ketiganya adalah ekuitas, liabilitas, dan juga aset. Berikut penjelasan mengenai ketiga komponen ini secara singkat dan perlu untuk Anda pahami.

1. Aset

Komponen aset masih dibagi lagi menjadi tiga bagian. Pertama, aset lancar yang terdiri dari piutang, kas, dan biaya yang dibayar di muka. Kedua, ada aset tetap yang diartikan sebagai aset yang tidak berubah, misalnya saja bangunan untuk usaha dan kendaraan. Aset yang ketiga adalah aset tak berwujud. Seperti namanya, aset ini memang tidak memiliki bentuk, tetapi sangat penting untuk unit usaha. Misalnya hak paten dan hak cipta.

Pertanyaannya kemudian, mengapa hal-hal di atas disebut aset? Alasannya adalah karena bagian tersebut memiliki manfaat untuk perusahaan pada masa mendatang.

2. Liabilitas

Liabilitas dapat juga diartikan sebagai kewajiban, yakni beban yang harus dibayarkan perusahaan untuk subjek tertentu dan berkaitan dengan likuiditas dan aset. Misalnya saja kewajiban untuk membayar utang perusahaan, akun-akun untuk pinjaman, pinjaman pribadi, pajak, dan lain sebagainya.

3. Ekuitas

Terakhir, komponen pada persamaan akuntansi yang benar adalah ekuitas. Komponen ini bisa diartikan sebagai sisa aset pada pemilik atau pemegang saham. Pihak-pihak ini dapat meningkatkan ekuitas dengan cara menaikkan angka dari modal. Misalnya saja pinjaman dari karyawan, modal pemilik, modal disetor, dan juga saham biasa.


Rumus Persamaan Akuntansi yang Benar adalah...

Persamaan-Akuntansi-yang-Benar-Adalah-003

Tak hanya komponen, persamaan akuntansi yang benar adalah yang tepat memperhatikan rumus menghitungnya. Secara sederhana, rumus persamaan akuntansi yang benar adalah sebagai berikut:

Harta atau Aset = Liabilitas + Modal atau Ekuitas

Di sisi lain, untuk menghitung formula yang ada dalam persamaan dasar akuntansi, rumus barusan dapat dikembangkan lagi menjadi sebuah rumus. Adapun rumus yang dapat Anda pakai adalah sebagai berikut:

Harta atau Aset = Utang atau Kewajiban + Modal atau Ekuitas

Lalu, rumus tersebut dijabarkan kembali menjadi:

Harta + Beban = Utang + Modal + Pendapatan


Contoh Perhitungan Persamaan Akuntansi yang Benar adalah...

Untuk mengetahui perhitungan persamaan akuntansi yang benar, mari bersama-sama kita simak ilustrasi berikut.

Alkisah, Pak Budi membuka unit usaha aksesori mobil dengan modal Rp150 juta untuk memulai usahanya. Berkat ketekunannya, Pak Budi berhasil meningkatkan pendapatan usahanya selama beberapa bulan. Dengan begitu, kas milik perusahaan pun menjadi lebih banyak. Tentunya, hal ini juga akan meningkatkan nilai dan besaran ekuitas perusahaan dengan jumlah yang sama.

Dalam perkembanganya, Pak Budi memerlukan perlengkapan pendukung. Misalnya membeli keperluan pelengkap dengan harga Rp40 juta yang diambil dari kas. Aset lancarnya pun menjadi kurang, tapi di sisi lain aset tetap usahanya meningkat dengan adanya peralatan baru.

Dua tahun kemudian, usaha Pak Budi pun berkembang dan perlu tempat untuk bisnis barunya. Ia pun membeli gedung untuk menyimpan peralatan dan usahanya. Pak Budi tak memiliki dana yang cukup dan ia akhirnya memutuskan untuk meminjam.

Jadilah Pak Budi membeli sebuah bangunan dengan nilai Rp500 juta dan membayar sebesar Rp100 juta kontan. Ia mengambil hipotek Rp400 juta. Dari situ, aset lancarnya memang berkurang Rp100 juta yang diambil dari kas. Di sisi lain, aset bangunannya menjadi meningkat Rp500 juta, begitu juga dengan liabilitas yang bertambah menjadi Rp400 juta.

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa persamaan akuntansi yang benar adalah hal penting dalam perhitungan keuangan di sebuah perusahaan. Tak hanya penting dalam urusan keuangan, melainkan juga penting untuk menentukan sistem pembayaran yang tepat untuk jalannya usaha. Mengetahui persamaan dasar akuntansi yang benar juga merupakan faktor penting dalam melakukan pencatatan keuangan, guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan, bahkan termasuk kerugian. 

Nah, untuk membantu Anda dalam pencatatan keuangan, Anda dapat memanfaatkan Midtrans yang mampu menghadirkan laporan penjualan dengan rapi dan terstruktur. Selain itu, sebagai penyedia layanan payment gateway, Midtrans juga telah memiliki 24 metode pembayaran yang dapat dipilih oleh pelanggan Anda ketika bertransaksi. Dengan menggunakan Midtrans, tak hanya laporan penjualan dan pencatatan keuangan yang rapi saja yang akan Anda peroleh, melainkan juga peningkatan penjualan karena pelanggan Anda akan merasa jauh lebih mudah dan nyaman ketika bertransaksi.

Yuk, daftar Midtrans sekarang dan rasakan sendiri manfaatnya! 

  • twitter
  • facebook
  • WA
  • mail